MEMBUAT DEKORASI

A. Persiapan Sebelum Membuat Dekorasi

Segala bentuk dan hasil yang sesuai dengan rencana, target, dan harapan pasti tidak terlepas dari persiapan – persiapan yang matang. Persiapan disini terkait dengan cara pengoprasionalan rencana, yang dibuktikan dengan kegiatan nyata untuk meraih target minimal, sehingga harapan dari kegiatan tersebut memebuahkan hasil yang sangat memuaskan dan bermanfaat bagi oarang banyak. Walaupun persiapan ataupun rencana sudah dikemas sangat matang, kadang – kadang dalam pelaksanaanya masih saja banyak hal yang menjadi problem atau hambatan, akibatnya, pelaksanaanya tersendat – sendat, sehingga hasil yang di capai tidak sesuai dengan target yang diinginkan. Hal itu menunjukan bahwa masih banyak sekali kekurangan – kekurangan pada rencana pembuatan dan sekaligus dapat dijadikan pengalaman serta acuan untuk melanjutkan rencana yang akan datang agar bisa lebih baik dari sebelumnya sehingga akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Ada beberapa hal yang terkait dengan persiapan sebelum membuat dekorasi .antara lain, menyiapkan peralatan awal, mengetahui proses pembuatan sketsa yang akan dibuat sehingga kita nantinya tidak tersendat – sendat, waktu pembuatanya.

1. Peralatan – Peralatan Membuat Dekorasi.

Ada beberapa peralatan yang akan digunakan untuk membuat dekorasi, antara lain.

  • Alat Tulis

Pensil. Pensil yang digunakan untuk pembuatan dekorasi bebas.

Penghapus. Penghapus berfungsi untuk menghapus sisa – sisa pembuatan sketsa yang ada pada kertas maupun ditempat pembutan sketsa.

  • Alat Ukur.

Penggaris. Penggaris disini ada dua, pertama penggaris lurus berguna untuk menentukan panjang lebar, seyogyanya penggaris yang berukuran 1 m, 50 m dan terbuat dari besi apabila untuk membuat ukuran kecil kita bisa menggunakan penggaris plastik, dan yang kedua penggaris siku berguna untuk menentukan kesikuan.

Meteran. Meteran disini juga kita butuhkan yaitu untuk mengukur panjang lebar suatu dokorasi, seyogyanya yang berukuran 3 m, 5 m, 10 m, 15 m dan sebagainya tergantung kebutuhan kita.

Jangka. Jangka disini berfungsi untuk membuat lingkaran dan garis melenggkung.

  • Alat Potong.

Gergaji. Berfungsi untuk memotong bahan yang terlalu panjang dan lebar, jika menggunakan bahan ini.

Gunting. Berfungsi untuk memotong kertas, dan sebagainya.

Cuter. Berfungsi untuk memotong gabus, kertas, jika menggunakan bahan ini.

Pisau. Berfungsi untuk memotong bahan yang tidak bisa dipotong dengan gunting atau cuter.

  • Alat Pukul.

Palu. Berfungsi untuk memukul bahan yang menggunakan paku dan sebagainya.

  • Alat Bantu.

Koran Bekas. Berfungsi untuk alas tempat cat jika kita menggunakan cat.

Kain Usang. Berfungsi untuk mengelap.

Mangkuk. Berfungsi untuk tempat cat.

Aqua Gelas. Berfungsi untuk tempat cat.

Ember. Berfungsi untuk tempat kuas bekas cat.

Staples. Berfungsing untuk bahan yang perlu dibuat lebih dari satu seperti seketsa.

Pemotong Gabus. Berfungsi untuk memotong gabus, jika kita menggunakan gabus.

  • Kuas Dalam Beberapa Ukuran.

2. Bahan – Bahan Pembuatan Dekorasi

Adapun beberapa bahan yang akan dibutuhkan untuk pembuatan dekorasi, antara lain.

A. Jika Menggunakan Bahan Dari Kertas.

Kertas. Berfungsi untuk membuat font, sketsa.

Untuk font : kertas asturo, manila.

Untuk sketsa : kertas karton.

Lem Kertas. Berfungsi untuk menempel font atau yang lain.

Double Tape. Berfungsi untuk menempel font jika tidak menggunakan lem.

Benang. Berfungsi untuk meluruskan font yang akan dipasang ke backgraund.

B. Jika Menggunakan Bahan Dari Gabus.

Gabus. Gabus disini ada beberapa ukuran. ukuran 1 cm, ukuran 1.5 cm, 2 cm, 3 cm.

Untuk font : ukuran yang ideal 1 cm.

Untuk ornamen : ukuran 1 cm, 1.5 cm.

Double Tape. Berfungsi untuk menempelkan gabus kebackgraund, tripleks.

Cat . Cat disini ada beberapa macam.

cat putih. Sendi atau pewarna.

Kertas. Berfungsi untuk membuat sketsa font, ornamen dan sebagainya.

Lem fox. Berfungsi untuk menempel gabus dengan gabus.

C. Jika Menggunakan Bahan Dari Tripleks.

Tripleks. Berfungsi untuk backgraund.

Kertas. Berfungsi untuk membuat sketsa.

Cat. Cat disini ada beberapa macam.

Cat tembok ,Sendi atau pewarna.

Paku. Berfungsi untuk menempelkan tripleks ke kayu.

Kayu. Kayu disini ada beberapa macam.

Kayu usuk dan reng fungsinya untuk kerangka backgraund.

Kayu bambu berfungsi untuk penyangga kerangka

Dan ada beberapa hal yang perlu diketahui bahwa membuat dekorasi harus mentahui beberapa prinsip – prinsip untuk tujuan komonikasi dari sebuahkarya antara lain.

Ruang Kosong

Ruang kosong dimaksudkan agar karya tidak terlalu padat dalam penempatanya pada sebuah bidang dan menjadikan sebuah obyek menjaadi dominan.

Kejelasan

Kejelasan mempengaruhi penapsiran penonton akan sebuah karya. Bagaiman sebuah karya tersebut dapat mudah dimengerti pengunjung.

Kesederhanaan

Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak kurang. Kesederhanaan sering juga diartikan tepat dan tidak berlebihan. Pencapaian kesederhanaan mendorong penikmat untuk menatap lama dan tidak merasa jenuh.

Emphasis ( Pusat Perhatian )

Emphasis merupakan pengembangan dominasi yang bertujuan untuk menonjolkan salah satu unsur sebagai pusat perhatian pengunjung.

3. Mengenal Cat Dan Pewarnaan

Sebelum kita melakukan pengecatan kita harus terlebih dahulu mengetahui beberapa warna, dan warna tersebut mampu memberikan kesan pada seseorang atau pengunjung.antara lain.

Hitam. Sebagai warna yang tertua ( gelap ) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan ( juga dalam hal emosi )

Putih. Sebagai warna yangpaling terang, melambangkan kesucian.

Abu – Abu. Merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.

Merah. Bersifat menaklukkan, melua, dominan ( berkuasa ), aktif dan vital ( hidup ).

Kuning. Dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal – hal atau benda ang bersifat cahaya, memontum dan mengesankan sesuatu.

Biru. Sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu , sifat yang tak terhingga, disamping itu memiliki sifat tantangan.

Hijau. Mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan.

Dan disisi lain kita harus faham bagaiman cara penyampuran warna. Oleh karena itu, kita seyogyanya benar – benar menghafal jenis – jenis warna dalam istilah – istilah warna. Sepertinya sulit padahal tidak. Asal sering dilihat dan mencobanya, lama kelamaan semuanya bisa dihafal sebab, sejumplah nama tersebut pada intinya hanya merupakan warna – warna primer.

Untuk mengolah warna – warna ini diperlukan keberanian. Keberanian membuat uji coba. Misalnya kita mau warna kelabu. Itu campuran dari hitam dan putih. Berilah setitik hijau , jadilah warna kelabu kehijau – hijauan. Dan ada juga kelabu kemerah – merahan, atau kelabu kebiru – biruan. Tingga kita beri saja campuran sedikit merah atasu biru dan seabagainya.

Kita mencoba warna yang lain, ambil warna biru dan tuangkan sedikit – sedikit ke empat tempat dia atas kertas yang sudah kita persiapkan. Kasih warna putih sedikit kepada yang pertama, yang kedua tumpahkan putihnya lebih banyak, yang ketiga lebih banyak lagi dan yang keempat lebih banyak lagi dari yang yang ketiga.

Jadi, kalau ada warna kuning primer, jang biarkan hanya kuning begitu. Kasih dulu dengan sedikit merah. Jadilah kuning kemerah – merahan. Begitu juga warna cokelat, misalnya. Kasih dikit hijau. Jadilah cokelat kehijau – hijauan.

Walaupun ada beberapa patokan mencampur warna ( misalnya ) biru + kuning = hijau, merah + biru = ungu ), namun yang paling penting adalah rajinya beruji coba sehingga warna – warna itu dapat diperoleh dari hasil olahan kita sendiri. Akhirnya, akan ditemukan dengan sendirinya warna – warna yang pas dan serasi dengan keinginan kita. Misalnya, akan dapat mengolah warna panas : merah, jingga kemerah – merahan dan jingga : warna dingin : ungu, ungu kebiru – biruan dan biru: dan warna sedang alias tidak panas dan tidak dingin : hijau, namun bisa menjadi warna panas kalau dicampur kuning dan menjadi warna dingin kalau dicampur biru.

Skala warna yang dihasilkan dari “ keberanian mencoba, mencoba dan mencoba “ sampai mengahasilkan warna yang kita inginkan.

  1. Muhammad Firdaus Rustan

    yang pengen gue tau cara buat alat pemotog gabusnya Bro!!!
    ada ga?

  2. dimana saya bisa menemukan alat untuk memotong gabus?

  3. apa untuk ukuran gabus pa ber beda2..? lo beda2,untuk font dan hiasan bagusnya ukuran berapa ?

    • beda2, minimal 1/2 cm,kalau untuk font yang ukuran kecil cukup yang 1 cm, tapi kalau untukukuran besar minimal 1.5 cm.kalau untuk hiasan tergantung motifnya

  4. Udah ngebantu banget Artikelnya Thanks :)

  5. kumplit uuuy tutorialnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: